Sosial Ekonomi Kampung Kayu Indah



a.    Pertanian Tanaman Pangan
Selain sebagai karyawan borongan di perusahaan Hutan Tanaman Industri para penduduk Kampung Kayu Indah juga berusaha di bidang pertanian tanaman pangan dan Hortikultura dengan komoditi pada padi lahan kering disusul kacang kedelai, jagung dan kacang tanah. Luas panen dan produksi sampai dengan saat ini belum terdata secara akurat karena tidak berjalannya sistem administrasi di masing – masing kelompok tani . Begitu pula hasil – hasil hortikultura belum ada data yang pasti tentang berapa luasan dan produksinya misalnya rambutan, mangga, nangka dan lain – lain.

Adapun rincian realisasi tanaman pangan dan perkebunan pada tahun ini adalah sebagai berikut :
a.    Padi                           :           75,00   Ha
b.    Jagung                       :            10,50  Ha
c.    Kedelai                      :           10,50   Ha
d.    Kacang Tanah           :           15,75   Ha
e.    Cabe                          :           10,00   Ha
f.     Alpokat                      :           7,50     Ha
g.    Jeruk                          :           0,50     Ha
h.    Rambutan                 :           3,50     Ha
i.      Salak                          :           3,75     Ha

b.         Peternakan
Bidang usaha peternakan dapat dikatakan lebih mendominasi di Kampung Kayu Indah, hal ini terlihat dari jumlah kepemilikan hewan ternak yang hampir merata di setiap Kepala Keluarga baik itu berupa ternak unggas, ternak kecil dan ternak besar. Kepemilikan ternak dapat dirinci sebagai berikut :
a.      Ayam              :           1.445   ekor
b.      Itik/Bebek       :           150      ekor
c.       Kelinci                        :           35        ekor
d.      Angsa             :           6          ekor
e.      Kambing         : 1.535 ekor
f.        Sapi                :           120      ekor
g.      Kerbau            :           0          ekor

Perkembangbiakan ternak ini didukung pula oleh luasan areal pakan ternak yang ada. Adapun luas penanaman rumput gajah saat ini adalah seluas 15 ha dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak sapi yang ada.Untuk pengembangan  usaha peternakan kedepannya masih sangat terbuka luas. Mengingat melimpahnya pakan ternak yang ada dan masing luasnya lahan kosong yang tersedia membuat bidang usaha ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan lebih lanjut. Terlebih lagi Kampung Kayu Indah merupakan salah satu sentra ternak Kabupaten Berau khususnya ternak kambing.

Namun permasalahan yang timbul selama ini adalah kurangnya kegiatan penyuluhan dari instansi vertikal sehingga kendala – kendala yang dihadapi menjadi tidak terselesaikan.
Disamping itu pemasalahan pada ternak ini berupa belum adanya petugas lapangan peternakan yang ditempatkan di kampung yang diharapkan dapat memberi petunjuk pada pemeliharaan kesehatan dan proses perkembangbiakan hewan.

c.         Perikanan
Perikanan merupakan suatu usaha yang masih belum terlalu terlihat di Kampung Kayu Indah, hal ini disebabkan ketersediaan air yang belum permanen. Naik turunnya air tergantung curah hujan yang ada ditambah tidak terdapatnya mata air di kampung ini.

d.         Perkebunan
Bidang perkebunan pada awalnya hampir sama dengan bidang perikanan hampir dapat dikatakan tidak ada yang menanamnya. Hanya ada beberapa penduduk yang mencoba menanamnya itupun tidak banyak atau 1 – 2 pohon terbatas pada pohon peneduh atau batas / patok lahan perkarangan atau lahan usaha.  Namun dari beberapa tanaman perkebunan tersebut ada yang cukup menjanjikan seperti Sahang, Kopi, Kakao dan Karet sehingga akhirnya penduduk mulai menggeluti usaha perkebunan di samping usaha tanaman pangan dan peternakan.

Adapun rincian tanaman perkebunan pada saat ini adalah sebagai berikut :
a.    Kelapa Sawit             :  75,00 Ha
b.    Kelapa                       :  17,50 Ha
c.    Karet                         :  20,50 Ha
d.    Kopi                           :    1,50 Ha
e.    Sahang                      :    8,50 Ha

Komentar

Postingan Populer